AKU ADALAH SEORANG ANAK KOLONG LANGIT, YANG TERUS BERJUANG MENGGAPAI CITA-CITA SETINGGI LANGITNYA, MESKI DENGAN SAYAP YANG TERLUKA.
Rabu, 19 September 2012
Take and Give ataukah Give and Receive ?
Kalau saya bertanya kepada Anda, dari dua istilah ini, manakah yang lebih populer atau lebih sering Anda dengar untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara diri kita dengan orang lain : ‘take and give’ ataukah ‘give and receive’ ? Hampir bisa dipastikan jawabannya adalah take and give, yang berarti mengambil dulu kemudian memberi. Itu namanya ‘salah kaprah’. Padahal, pola pikir yang benar atau sikap yang seharusnya adalah ‘to give and receive’ yang berarti bahwa kita harus memberi dulu baru kemudian menerima.
Lho, koq bisa begitu ? Ya, itulah hukum alam, hukum Tuhan atau sunnatullah. Anda harus menanam terlebih dulu baru bisa menuai (sowing and reaping). Sia-sia apabila kita mengharapkan kentang sementara kita menanam biji tomat, karena itu bertentangan dengan hukum alam yang sudah berlaku dari dulu, sekarang dan di masa yang akan datang.
Begitu juga dalam kehidupan kita. Kita harus menanam benih kebaikan terlebih dahulu untuk menuai kesuksesan hidup. Kita harus memberi dulu untuk mendapatkan penghargaan. Kita harus berbuat baik dulu agar masuk sorga. Makna memberi sangat luas, bukan hanya memberikan uang, tetapi bisa juga memberi perhatian, memberi senyuman, memberikan pertolongan, menyemangati, melayani, berkorban dan sebagainya. Contoh yang sangat simple, ketika Anda bertemu muka dengan orang lain, cobalah Anda tersenyum (kalau tidak bisa tersenyum manis, minimal tersenyum kecut juga nggak apa-apa). Apa yang akan Anda dapatkan ? Sudah pasti, senyuman balasan. Senyum dibalas senyum. Tidak mungkin ketika Anda tersenyum, orang dihadapan Anda membalasnya dengan ‘mulut monyong’, kecuali lawan bicara Anda lagi punya banyak masalah (banyak utang misalnya) atau sedang tidak waras.
Sebaliknya juga demikian. Ketika Anda besikap ‘cuek bebek’ alias ‘masa bodo’ maka lawan bicara Anda akan berusaha ‘menjaga jarak’ dengan Anda. Artinya, kita akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan apa yang kita perbuat untuk orang lain. Bagi Anda karyawan, resep inilah kunci untuk mendapatkan promosi (tentu saja kalau ada peluang atau ada posisi yang ‘vacant’ untuk diisi). Berikan yang terbaik yang Anda miliki untuk pekerjaan Anda atau untuk perusahaan tempat Anda bekerja, maka Anda akan menikmati hasilnya. Jika tidak mendapatkan promosi (karena memang belum ada peluang), minimal Anda akan lebih disayang boss atau akan lebih diperhatikan atasan.
Bagi Anda marketer atau salesman, maka berikan produk yang terbaik, layani customer Anda dengan tulus, buatlah senang (delight) pelanggan Anda. Maka secara otomatis Anda akan menikmati hasilnya, customer akan lebih loyal, penjualan melonjak, profitabilitas perusahaan akan meningkat dan pada akhirnya Anda akan mendapatkan reward yang setimpal dengan ‘harga’ yang telah Anda bayarkan.
Dalam melakukan proses negosiasi-pun juga sami mawon alias sama saja prinsipnya. Anda sudah kenal dengan istilah ‘win-win solution’ kan ? Ya, win-win solution adalah suatu kondisi dimana Anda dan lawan Anda saling mempertukarkan konsesi sehingga masing-masing pihak merasa puas denga keputusannya. Sebenarnya ‘win-win solution’ doank tidaklah cukup, yang lebih dasyat adalah apabila lawan Anda (orang lain) merasa menang (duluan), baru Anda akan menikmati kemenangan juga (setelahnya). Jadi, jangan ragu untuk memberikan konsesi duluan, buat lawan Anda merasa ‘menang’ duluan, baru kemudian Anda akan merasakan ‘kemenangan’ yang lebih banyak lagi. Artinya, Anda perlu menerapkan prinsip ‘win (orang lain dulu) – win (baru saya) solution’. Orang lain dibuat ‘win’ dulu, maka Anda akan lebih gampang (dan lebih banyak) ‘win’ nantinya.
Prinsip memberi juga berlaku bagi para entrepreneur. Mereka harus menginvestasikan uangnya terlebih dahulu, atau minimal harus menyetor ‘modal’ berupa waktu, tenaga atau ide kalau bukan berbentuk uang. Barulah setelah itu mereka bisa menikmati hasilnya. Adalah merupakan hil yang mustahal (begitu kata Almarhum Asmuni) mengharapkan hasil tanpa investasi atau mengharapkan keuntungan tanpa pengorbanan.
Itulah keajaiban memberi atau melayani. Itulah the power of giving yang berakar dari hukum sebab akibat atau hukum menabur dan menuai. Itulah hukum alam. Ia akan tetap berlaku walaupun Anda tidak mempercayainya, tidak perduli apakah Anda mengetahui atau tidak mengetahuinya, ia tidak pandang bulu, tanpa kenal waktu apakah kemarin, hari ini atau esok pagi.
Maka banyaklah memberi, banyaklah melayani orang lain, tetaplah memberi dan tetaplah melayani orang lain. Dengan banyak memberi dan melayani, maka Anda akan lebih banyak menerima dan menikmati kesuksesan dan keberuntungan. Wish You Luck ! (SA).
Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH
Inspirational Letter
Nih aku ada artikel bermanfaat Sob, copas dari Fanspage "KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH". Inspiratif. :-)
Ada
seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam
tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia
mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.
Semoga bermanfaat!! ^_^
Selasa, 18 September 2012
Kesempatan Kedua
Detik demi detik waktu teruslah berlalu. Tak ada kata berhenti meskipun hati ini meminta. Beginilah rasanya roda kehidupan terus berjalan. Aku, di saat ini merasakan betapa menyedihkannya berada di bawah roda kehidupan ini. Entah kenapa, aku merasakan hal aneh ini menimpaku. Orang lain pun mengatakan aku mengalami hal aneh. Tapi ini memang nyata terjadi, menimpa ragaku.
Wahai pembaca yang budiman, terimakasih kalian telah membaca postinganku kali ini. Sebenarnya hanya sedikit kemampuan yang aku punya saat ini untuk menulis, tapi walau hanya sedikit, semoga saja aku bisa menulisnya sampai selesai.
Hari ini, Selasa, 18 September 2012. Kondisiku betul-betul tak membaik sedikitpun sejak 2 bulan yang lalu. Aku juga bingung, sebenarnya aku terkena penyakit apa sih, hingga berbulan-bulan tak kunjung sembuh. Padahal aku sudah berobat kemana-mana, ya mulai dari ke dokter umum, dokter spesialis, sampai-sampai aku berkunjung ke rumah pak ustadz untuk minta tolong menyembuhkan penyakit ini. Tapi hasilnya belum memuaskan. Masih belum bisa disembuhkan. Terakhir, pada hari Sabtu, 15 September 2012. Aku mencoba untuk menjalani ruqyah, yaitu semacam pengobatan dengan menggunakan do'a yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur'an. Aku melakukan langkah ini karena kemungkinan, ada sesuatu yang ghaib sedang menyerang tubuhku dan semoga aku bisa sembuh dengan diadakannya pengobatan ruqyah ini. Tapi, setelah aku menjalankan pengobatan ruqyah ini, tidak ada reaksi janggal di tubuhku, pertanda tidak ada gangguan jin di dalam tubuhku, kata pak ustadz yang meruqyahku. Aku pun semakin bingung, lalu apa yang menyebabkan aku seperti ini terus??? menurut pembaca apa?? hmmmm..
Selasa, 04 September 2012
Ngekos di Jakarta
Wah udah lama ini gak ngeblog, masih bingung juga mau nulis apa. Haha.
Tapi dapet tema juga sih hari ini. Yeah, akhirnya aku jadi anak kos juga. Setelah SD, SMP, SMA masih bareng sama ortu tinggalnya. Kini aku harus benar-benar jauh dari ortu sob. Klaten-Jakarta, jaraknya 600-an Km. :O. Walau masih belum siap untuk bisa mandiri dan benar-benar lepas dari ortu, tapi tentunya asalkan mau belajar, pasti bakalan bisa lah, walau sambil jalan. hehehe.
Yaah, bulan September yang penuh dengan kegiatan magradika di STIS. Hal ini benar-benar harus membuatku merantau ke Jakarta dalam waktu yang lama. Ya Alhamdulillah juga dapat juga kos"an yang deket kampus STIS, atau tepat di belakang kampus. Hehe. Aku ngekos bersama dengan Aldila Mursyid Rosuli dan Bintang Laras Theo Pamungkas. Tapi ya itu, pertama-tama kita harus bertiga dalam sekamar. Busettt dah. Sumpek amat. -_-. Tapi cuma sampai hari sabtu besok lah, nunggu kos samping yang lagi packing barang"nya. Semoga aku bener" bisa betah di sini dah. Aamiin.
Nulis apa lagi yaah, mmmm.. Tentang kondisi lingkungan di sini aja deh. Lingkungannya sih bener" padet buanget bangunannya. Gak ada lagi yang namanya pemandangan sawah. Sumpek rasanya. Di sana-sini hanya ada rumah". Tapi ya gimana lagi. Inilah Jakarta, kota metropolitan. Harus siap menghadapi hal" yang tidak mengenakkan seperti polusi, macet, hawa panas lah, lingkungan yang kurang terawat, kurang bersih, dan lain-lain.
Inilah langkah awalku, untuk menggapai segala impianku di STIS. Live Starts here broww. wkwk.
Cemungudh cemungudh sampai 4 tahun ke depan insya Allah aku bisa menyelesaikan pendidikanku di Jakarta ini. Ini bukan waktunya main-main. Menikmati hidup glamour di Jakarta. Aku hanya numpang sedikit tempat di Jakarta untuk menimba ilmu. Hohoho.
Bismillah aja deh. Jalani semuanya dengan mengharap ridho Allah semata. Do'akan aku ya para pembaca yang baik dan budiman. :-)
Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah
Adab-adab tidur sesuai ajaran Rasulullah SAW memang sudah sepantasnya
kita terapkan. Bila kita mengikuti adabnya, maka Insya Allah tidur kita
dinilai ibadah. Apabila tidur kita
dinilai ibadah, coba bayangkan berapa banyak pahala yang kita dapatkan
seumur hidup dari tidur kita? Katakan kita tidur 8 jam sehari, maka 1/3
dari hari kita gunakan hanya untuk tidur! Kalau ditelusuri terus sampai
akhir hidup, maka kita menggunakan 1/3 hidup kita hanya untuk tidur!
Maka dari itu kegiatan rutin ini merupakan hal yang sangat penting untuk
menerapkan adab sesuai ajaran Rasulullah. Berikut di bawah hadist
panduannya :
1. Dianjurkan Berintrospeksi Diri Sebelum Tidur
Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan
sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat
sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di
siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya
memuji kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jika sebaliknya maka
hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.
2. Berwudhu Sebelum Tidur
Kita sebaiknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).
3. Mengibaskan Tempat Tidur Sebelum Tidur
Sebelum tidur, hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat
tidur dari kotoran). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Jika
salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan
kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil
mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi
sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714,
At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050).
4. Posisi Tidur yang Baik adalah Miring ke Sebelah Kanan
Untuk posisi tidur, sebaiknya posisi tidur di atas sisi sebelah kanan
(rusuk kanan sebagai tumpuan). Tidak menjadi masalah jika pada saat
tidur nanti posisi kita berubah ke atas sisi kiri. Hal ini berdasarkan
sabda Rosululloh: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR.
Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). “Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi
kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No.
3877 dan Ibnu Hibban No. 2350).
5. Membaca Do’a Sebelum Tidur
“Bismikaallahumma ahya wa bismika wa amuut”. Yang artinya : Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.
6. Apabila Gelisah
Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau
merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai
berikut: “A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi
wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.” Yang
artinya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari
murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para
syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893,
At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya).
7. Tidak Boleh Telanjang
Pada saat tidur tidak boleh telanjang berdasarkan hadits berikut :
“Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai
busana apa-apa”. (HR. Muslim).
8. Sesama Jenis Kelamin, Dilarang Tidur Satu Selimut
Laki2 dengan laki2 atau wanita dengan wanita tidak boleh tidur dalam
satu selimut seperti hadits berikut : “Tidak diperbolehkan bagi
laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut”. (HR.
Muslim).
9. Makruh tidur tengkurap
Abu Dzar
Radhiallaahu anhu menuturkan : Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah
lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka
Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda : Wahai Junaidab
(panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap)
adalah cara berbaringnya penghuni neraka. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai
shahih oleh Al-Albani).
10. Makruh tidur di atas dak terbuka
Karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan
bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda :
Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada
penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya. (HR. Al-Bukhari di dalam
al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
11. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur
Dari Jabir Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwa sesung-guhnya
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Padamkanlah
lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah
rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman. (Muttafaq
`alaih)
12. Disunnahkan mengusap Wajah dengan Tangan setelah Bangun
Berdasarkan hadits berikut : “Maka bangunlah Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah
dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)].
13. Jika Bermimpi Buruk
Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun,
kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan
memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan
dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali)
(diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya
dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan
shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).
14. Bersiwak Setelah Bangun
Berdasarkan hadits berikut : “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al
Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255).
15. Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar
Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau
menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian
bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena
sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No.
3295 dan Muslim No. 238).
16. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali
Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu
bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum
ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278).
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa posisi tidur yang paling
baik adalah bertumpu pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan), dan
ternyata hal ini sesuai dengan riset ilmiah yang telah dilakukan oleh
beberapa orang. Berdasarkan riset ilmiah, posisi tidur seperti ini lebih
menyehatkan daripada tiga posisi yang lain, yaitu tidur telentang ,
tengkurap, dan tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh.
Posisi Telentang : Tidur berbaring dengan posisi telentang kurang sehat,
sebab menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa
menyebabkan kita ingin ke toilet/WC.
Tidur Tengkurap : Tidur
tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan. Tidak dibenarkan
telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur
malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu
adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud
dengan sanad yang shohih)
Posisi Kiri : Tidur dengan bertumpu
pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) dapat menghimpit posisi jantung
sehingga sirkulasi darah terganggu dan pasokan darah ke otak berkurang.
Dengan berkurangnya pasokan darah ke otak, tidur pada posisi kiri dapat
pula mengakibatkan kita sering mengalami mimpi-mimpi tidak baik
(nightmares), serta berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme).
Original Article's Title is Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah | A TechnoLedge Blog
Langganan:
Postingan (Atom)