Tampilkan postingan dengan label Kisahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisahku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

Wake Me Up When September Ends


Halo para pembaca blog ku yang budiman, tanpa terasa ya kita sudah berada di ujung bulan September. Tanggal 28 September 2012 tepatnya. Berarti sudah 28 kali Sang surya menerangi bumi pertiwi ini dari timur ke barat.Ceilehhh. Kita semua harus patut bersyukur kepada-Nya karena masih diberikan kesempatan kepada kita untuk hidup di dunia ini, sekaligus berevaluasi serta meminta ampunan kepada-Nya karena pasti masing-masing dari kita punya beberapa kesalahan di bulan September ini, termasuk aku.

Yaph, sebenernya ada suatu rasa penyesalan bagiku dalam mengarungi bulan September ini. Aku punya beberapa harapan di bulan ini, dan ternyata sebagian besar gagal aku laksanakan. Menyesal, tapi juga tetep harus sabar. Yah, aku yang seharusnya menjalani proses ospek kampus STIS bulan ini, akhirnya kandas di tengah jalan. Harus siap-siap ngikut ospek bareng adik kelas nih. :’(. But, I must say Alhamdulillah. Karena semua ini ketetapan Allah. Pasti ada hikmah di semua kejadian ini.

Walau September harapanku pupus sudah, aku harap Oktober nanti, keajaiban Allah datang kepadaku. Harapanku yang paling utama ya, semoga aku bisa sembuh dari semua penyakit ini, sehingga aku bisa beraktivitas seperti biasa. Bisa nulis lagi yang lebih produktif lagi tentunya. Dan bisa menuntut ilmu di STIS tercinta... Yeahhh..

Mmm.. By the way.. Akhir bulan September ini cocok banget sama lagunya Green Day yang berjudul “Wake Me Up When September Ends”. Kalian pasti banyak yang tau lagu ini, karena lagu ini terkenal banget. Walau udah jadul, tapi tetep aja enak kalo didengerin. Kalo ada yang belum tau, nih aku share deh liriknya. Kalo lagu, download sendiri yachh. Hahahaha.

Kamis, 20 September 2012

Selamat Jalan Nenekku



Sudah 3 hari yang lalu, nenekku meninggal. Rasa sedih masih sedikit menyelimuti hatiku ini, karena kehilangan satu sosok yang berharga bagi hidupku, kehilangan salah satu orang yang aku sayangi dan menyayangiku. Sosok yang memiliki sifat suka bekerja keras, tidak ingin merepotkan orang lain walau di usianya yang sudah senja, gemar menasihati pula.

Kini, beliau telah tiada. Beliau sudah dipanggil oleh Sang Khaliq. Penghuni rumah berkurang dari 5 menjadi 4. Semakin sepi deh rumahku ini. Padahal kan yang selalu di rumah itu ya mbahku. Kalo bapak sama ibu pagi sampai siang kerja di kantor. Kakakku sibuk kuliah, aku dulu juga sibuk sekolah, walau sekarang belum sibuk kuliah sih. Yah pokoknya rumah ini jadi tambah sunyi, apalagi di rumahku kan gak ada yang cerewet orangnya. 

Aku mau sharing tentang hari-hari menjelang kematian nenekku. Saat aku masih di Jakarta waktu hari Rabu, 12 September lalu, bapakku menelpon ibuku bahwa nenekku jatuh sakit di rumah Klaten sana. Entah kebetulan atau tidak, aku juga sedang jatuh sakit. Ya sekalian ibuku pingin mengobati sakitku ini, kami berdua memutuskan untuk pergi meninggalkan Jakarta dahulu. Pulkam ke Klaten. Padahal yang lainnya lagi sibuk ospek ,akunya malah pulang. Astaghfirullah. Tapi ya mau gimana lagi, ini juga terpaksa. 

Kamis, 13 September 2012 aku tiba di Klaten. Sampai rumah, aku menengok nenekku di kamarnya. Kondisinya lemah, beliau sudah tidak bisa berdiri lagi. Saat nenek mau makan, minum, atau mau buang air pun harus dibantu orang lain. Badannya pun semakin kurus. Tapi alhamdulillah waktu itu nenekku masih bisa diajak komunikasi. Tapi agak susah, aku aja susah mencerna maksud perkataan beliau. Katanya beliau, perutnya sakit sekali, dan seluruh badannya lemas. Bapakku sudah memeriksakannya ke dokter pas hari selasa kalo gak salah. Tapi dokter gak bilang ini adalah penyakit parah. Dan nenekku dikasih obat yang sewajarnya lah.

Masih teringat nasihat terakhir beliau kepadaku. Kalau di Bahasa Indonesiakan jadi seperti inilah.
Nenek : “Cucuku, kamu masih sakit to??kok pulang??”
Aku : “Iya ini mbah, badanku masih lemes dan kepalaku juga pusing ini.”
Nenek : “Ya udah, cepet sembuh ya. Trus sekolah lagi. Ini mbah lagi sakit juga le, mbah udah gak bisa ngapa-ngapain lagi.”
Aku : “Iya mbah. Mbah juga cepet sembuh ya.”
Kira-kira seperti itulah dialogku dengannya. Nenek tetap peduli sama aku, agar aku sehat. Walau nenekku lagi sakit yang lebih parah dariku. Sedih rasanya.

Aku juga jadi teringat nih waktu aku masih kecil. Kelas 4-5 SD kalo gak salah. Aku tuh sedang kecanduan sama game PS 1. Tiap hari uang jajanku yang 1500 aku utuhin hanya buat main PS 1 jam tiap harinya. Tarifnya emang 1500 per jam. Nah, kalau aku kepepetnya jajan di sekolah, trus duitku tinggal 1000 gitu, aku nyolong deh 500 rupiah di tabungannya nenekku di belakang rumah. Wah, bener-bener nakalnya aku waktu itu. Tapi ya itu pas masih kecil aja, gak bakal deh udah gedhe masih doyan nyolong. Hiiiii.

Hari Jumat, 14 September 2012, kondisi nenekku semakin parah saja. Jadinya, dia dibawa deh ke Rumah Sakit untuk di rawat inap. Bukannya malah membaik, tapi kondisinya semakin drop aja. Tensinya pun 90/60. Rendah banget tuh. Trus waktu aku jenguk beliau, beliau seperti menahan sakit yang amat sangat sampai beliau gerak-gerak terus tangannya dan teriak-teriak gitu deh sepanjang malam. Aku jadi kasian meliat nenekku. Ya aku coba berusaha berdzikir dan memohon do’a agar nenekku kondisinya membaik. Trus aku tanya ke Bapakku, katanya nenek didiagnosa sakit jantung koroner dan liver. Masya Allah, begitu beratnya cobaan yang dialaminya. Mungkinkah ini saatnya buat Engkau memanggilnya kembali pada-Mu Ya Allah??

Hari Minggu, 16 September 2012, Kondisi nenekku semakin kritis. Aku sudah enggak bisa lagi menjenguknya karena aku juga sedang sakit, jadi aku istirahat saja di rumah. Pada malam hari tepatnya pukul 18.40 WIB, aku mendapat kabar dari Pakdeku di RS bahwa nenek sudah meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga beliau wafat dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin yaa Rabb. 

Tak lama setelah kabar duka itu, nenekku akhirnya di bawa ke rumah duka. Tetangga-tetangga sudah terlihat berkumpul untuk mempersiapkan segala yang diperlukan untuk acara pemakaman besok senin. Ya sayangnya, aku gak bisa bantu-bantu. Senin, 17 September 2012, pukul 13.30 WIB. Nenekku dimakamkan di Makam Sasonoloyo Ngelo, Sayangan, Sobayan, Pedan, Klaten. Selamat Jalan nenekku. Jasamu, Kebaikanmu, dan nasihatmu tak akan aku lupakan sebisa mungkin. :-)

Selasa, 18 September 2012

Kesempatan Kedua

Detik demi detik waktu teruslah berlalu. Tak ada kata berhenti meskipun hati ini meminta. Beginilah rasanya roda kehidupan terus berjalan. Aku, di saat ini merasakan betapa menyedihkannya berada di bawah roda kehidupan ini. Entah kenapa, aku merasakan hal aneh ini menimpaku. Orang lain pun mengatakan aku mengalami hal aneh. Tapi ini memang nyata terjadi, menimpa ragaku.

Wahai pembaca yang budiman, terimakasih kalian telah membaca postinganku kali ini. Sebenarnya hanya sedikit kemampuan yang aku punya saat ini untuk menulis, tapi walau hanya sedikit, semoga saja aku bisa menulisnya sampai selesai.

Hari ini, Selasa, 18 September 2012. Kondisiku betul-betul tak membaik sedikitpun sejak 2 bulan yang lalu. Aku juga bingung, sebenarnya aku terkena penyakit apa sih, hingga berbulan-bulan tak kunjung sembuh. Padahal aku sudah berobat kemana-mana, ya mulai dari ke dokter umum, dokter spesialis, sampai-sampai aku berkunjung ke rumah pak ustadz untuk minta tolong menyembuhkan penyakit ini. Tapi hasilnya belum memuaskan. Masih belum bisa disembuhkan. Terakhir, pada hari Sabtu, 15 September 2012. Aku mencoba untuk menjalani ruqyah, yaitu semacam pengobatan dengan menggunakan do'a yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur'an. Aku melakukan langkah ini karena kemungkinan, ada sesuatu yang ghaib sedang menyerang tubuhku dan semoga aku bisa sembuh dengan diadakannya pengobatan ruqyah ini. Tapi, setelah aku menjalankan pengobatan ruqyah ini, tidak ada reaksi janggal di tubuhku, pertanda tidak ada gangguan jin di dalam tubuhku, kata pak ustadz yang meruqyahku. Aku pun semakin bingung, lalu apa yang menyebabkan aku seperti ini terus??? menurut pembaca apa?? hmmmm..

Selasa, 04 September 2012

Ngekos di Jakarta

Wah udah lama ini gak ngeblog, masih bingung juga mau nulis apa. Haha.
Tapi dapet tema juga sih hari ini. Yeah, akhirnya aku jadi anak kos juga. Setelah SD, SMP, SMA masih bareng sama ortu tinggalnya. Kini aku harus benar-benar jauh dari ortu sob. Klaten-Jakarta, jaraknya 600-an Km. :O. Walau masih belum siap untuk bisa mandiri dan benar-benar lepas dari ortu, tapi tentunya asalkan mau belajar, pasti bakalan bisa lah, walau sambil jalan. hehehe.

Yaah, bulan September yang penuh dengan kegiatan magradika di STIS. Hal ini benar-benar harus membuatku merantau ke Jakarta dalam waktu yang lama. Ya Alhamdulillah juga dapat juga kos"an yang deket kampus STIS, atau tepat di belakang kampus. Hehe. Aku ngekos bersama dengan Aldila Mursyid Rosuli dan Bintang Laras Theo Pamungkas. Tapi ya itu, pertama-tama kita harus bertiga dalam sekamar. Busettt dah. Sumpek amat. -_-. Tapi cuma sampai hari sabtu besok lah, nunggu kos samping yang lagi packing barang"nya. Semoga aku bener" bisa betah di sini dah. Aamiin.

Nulis apa lagi yaah, mmmm.. Tentang kondisi lingkungan di sini aja deh. Lingkungannya sih bener" padet buanget bangunannya. Gak ada lagi yang namanya pemandangan sawah. Sumpek rasanya. Di sana-sini hanya ada rumah". Tapi ya gimana lagi. Inilah Jakarta, kota metropolitan. Harus siap menghadapi hal" yang tidak mengenakkan seperti polusi, macet, hawa panas lah, lingkungan yang kurang terawat, kurang bersih, dan lain-lain.

Inilah langkah awalku, untuk menggapai segala impianku di STIS. Live Starts here broww. wkwk.
Cemungudh cemungudh sampai 4 tahun ke depan insya Allah aku bisa menyelesaikan pendidikanku di Jakarta ini. Ini bukan waktunya main-main. Menikmati hidup glamour di Jakarta. Aku hanya numpang sedikit tempat di Jakarta untuk menimba ilmu. Hohoho. 

Bismillah aja deh. Jalani semuanya dengan mengharap ridho Allah semata. Do'akan aku ya para pembaca yang baik dan budiman. :-)

Kamis, 26 Juli 2012

Persiapan Magradika 54

Inilah satu hal yang harus aku jalani pertama kali saat menginjakkan kaki di kampus STIS. Magradika. Apa sih magradika itu?? Hmmmm. Yang jelas bukan makanan ya sob. Magradika itu singkatan dari Masa Integrasi Pendidikan Kampus. Jadi ya kayak ospek gitu deh.

Seperti biasanya waktu MOS SMA dulu, aku diberi tugas yang neka-neka gitu deh. Tapi satu yang ingin aku share di sini adalah lagu-lagu yang harus dihafalkan saat magradika. Hmmmm. Apa aja ya? langsung ke TKP di bawah ini aja dah!!


MARS STIS
STIS menyongsong hari depan
Melahirkan tunas-tunas harapan
Profesional penuh kemandirian
Tak gentar hadapi tantangan
Tekad baja dan semangat membara
Membangun perstatistikan negara
Menyajikan data apa adanya
Objektif tanpa rekayasa
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik medan bakti membangun negeri
Bersama kami mengabdi untuk ibu pertiwi
Tak kenal lelah,pantang menyerah,mari tegap mengayuh langkah
Curahkan segala daya
Tuk Indonesia jaya

SURAT UNTUK GENERASI HARAPAN
Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turut berjuang
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

LAGU ANGKATAN 54
Adaptasi dari lagu : Hip Hip Hura (Chrisye)
Semua berkumpul, untuk Magradika
Di kampus kita di jalan otista
Bertemu maba dan miba semua
Sungguh senang rasanya
Angkatan lima empat, lima empat, uuu..
Tetap bersemangat, bersemangat, uuu..
Ikut Magradika, Magradika, uuu..
Dengan teman teman serta kakak panitia
Semua halangan dan juga rintangan
Tak pernah gentar, jadikan tantangan
Demi meraih cita dan impian
Statistisi terdepan
Kucinta STIS, STIS, uuu..
Mengabdi di BPS, di BPS, uuu...
Kusiap tuk berkarya, tuk berkarya, uuu..
Menyajikan data objektif dan terpercaya
Jayalah lima empat!!


LAGU BERDIRI
(adaptasi lagu “dilema” (cherrybelle )reff)
Kaki kesemutan
Pinggang udah sakit
Gara gara duduk kelamaan
Kakak panitia
Tolong perkenankan
Izinkan kami semua untuk berdiri


LAGU DUDUK
(adaptasi lagu “garuda di dadaku”)
Pegelnya kaki kami
Karna berdiri melulu
Kapankah kami semua boleh duduk?
Oh kakak panitia
Kami sudah tidak tahan
izinkan kami semua untuk duduk

Hah, jadi gag sabar nih gmana magradikanya besok, pasti seruu abiss. orang duduk sama pingin berdiri aja ada lagunya og piye. :D 

Selasa, 24 Juli 2012

Alhamdulillah, Aku Diterima di STIS Part 5 - Tes Kesehatan

Alhamdulillah, aku sangat beruntung bisa masuk dalam 426 orang yang lolos tes psikotes dan wawancara dari 2046 orang. Jadi, tinggal selangkah lagi menuju kampus tercinta nihh. Kata kakak kelasku, kalau sudah sampai tahap tes kesehatan, asalkan kamu sehat insya Allah lolos. Karena konon katanya, tes kesehatan ini hanya sebuah formalitas belaka. Asalkan gak pernah makai narkoba atau mabuk-mabukan miras, atau tidak mengidap penyakit berbahaya insya Allah tahap ini akan lolos. Lagipula, kata kakak kelasku lagi tahun lalu yang diterima itu 500 mahasiswa. Nah ini yang ikut tes tinggal 426, nah yang 74 kemana nih?? yaa, aku harap semoga ini jadi berkah buat diriku dan teman-teman seperjuanganku. Aamiin. Tapi ya jangan terlalu PD dulu lah. Aku harus jalani tes ini sesuai prosedur, jangan menyepelekan.

Oke singkat cerita nih ye, aku dan temanku Mursyid berangkat ke RS.AU Dr.Suhardi Hardjolukito, Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara, Jl.Janti, Blok O, Yogyakarta tanggal 19 Juni 2012. Sampai di sana jam 7 pas. Pertama-tama, aku dan Mursyid bingung dimana sih tempat tesnya. Setelah dikasih tau sama seseorang, ternyata tempat tesnya di lantai 2 RS itu. Setelah sampai di sana, kami seperti biasa absen dahulu lalu duduk di kursi yang telah tersedia untuk menunggu  antrian.

Langsung aja deh saya paparkan di sini apa saja sih tes kesehatannya.. Cek ki Dot!!

1. Tes Pemeriksaan Fisik
Tes ini bukan seperti tes lari, push up, sit up, dll lho Sob! Kalau bagian tes ini sih pengalamanku hanya diperiksa aja fisiknya kayak gimana. Pemeriksaan mulai dari tinggi badan, berat badan, tensi, tes buta warna, terus nanti dibawa masuk ke dalam ruangan khusus, lalu disana diperiksa lagi bagian mata, telinga, hidung, gigi. Truz nih nanti petugasnya juga megang-megang leher, perut, hati, ginjal, lambung, terus ke bawah deh(Sensored) :-D. Yang jelas rileks aja, jangan tegang, kasian yang meriksa nanti kalo gugup. wkwkwk.

2. Tes Urin
Dilihat dari judulnya aja udah ketahuan, ini ni tes soal kencing kita. Ya kami peserta tes disuruh ke toilet ngumpulin air seni kita di dalam tabung kecil gitu lah. Setelah terisi cukup penuh trus dikasih ke petugasnya deh. Cuma gitu doank kok menurut pengalamanku. 

3. Tes Darah
Nah kalau tes darah ini ada 2 bagian. Bagian pertama itu pengambilan darah sebelum makan. Aku sebelum ke RS memang disuruh puasa dahulu minimal 10 jam sebelum mulai pemeriksaan. Pada bagian pertama ini darah diambil lewat tangan bagian siku tapi yang sisi sebaliknya. Bisa tangan kiri atau tangan kanan. Ngambil darah sekali saja lalu dimasukkan ke dalam tabung kecil. Setelah itu, kami(aku dan Mursyid) disuruh makan besar, lalu 2 jam setelah itu balik lagi dah ke tempat tes darah itu untuk diambil darahnya lewat ujung jari. Ini untuk tes kandungan gula darah. Kalau kadarnya kurang dari 300 berarti aman. Selesai dah untuk tes darahnya.

4. Tes Rontgen
Ini adalah bagian tes yang paling ngeri menurutku. Soalnya dalam tes ini kan tubuh kita dibiarkan terpancar sinar Radiasi(sinar X). Kalau gak karena ikut Tes Kesehatan STIS sih aku ogah ah ikut tes Rontgen. Ya pokoknya tes ini kita disuruh bertelanjang dada, lalu di rontgen dah dada kita supaya petugas tahu bagus atau enggak paru-paru kita. Asal gak ngrokok, insya Allah paru-parunya bersih dan bagus kok.

Itulah serangkaian tes kesehatan yang kujalani bersama peserta tes lainnya. Setelah semua itu selesai, tinggal pulang, dan tak lupa juga bertawakkal kepada Allah semoga diberi hasil yang terbaik(lolos). Ternyata Do'aku terkabulkan lagi. Akhirnya tanggal 29 Juni 2012 aku dinyatakan lolos dan diterima sebagai Calon Mahasiswa Baru STIS angkatan 54. Tapi sayangnya, temanku Mursyid harus mengulang tes tensi karena tensinya 140/80. Tinggi amat kan itu. Tapi akhirnya pada tanggal 9 Juli 2012 dia diumumkan lolos juga sebagai maba STIS. Alhamdulillah ada 10 orang yang diterima dari SMA N 1 Klaten. Tapi yang diangkati cuma 8 orang, yang 2 lebih milih PTN nya.

Inilah kisah perjuanganku selama mengikuti tahap demi tahap Tes Masuk STIS. Semoga bermanfaat. :) . 

-THE END-

Alhamdulillah, Aku Diterima di STIS Part 4 - Tes Wawancara

WAWANCARA
Setelah psikotes selama kurang lebih 3 jam, keluar ruang Auditorium terpampanglah jadwal wawancara yang berlokasi di BPS Provinsi Yogyakarta. Pembagian berdasarkan sekolah peserta tes. Jadinya, aku ya bareng sama temen-temen SMA N 1 Klaten tanggal 4 juni 2012. Masih ada waktu 2 hari untuk memantapkan diri menghadapi wawancara. Demi kelancaran, aku rela mengorbankan lez SNMPTN ku untuk ku tinggalkan sejenak. Belajar kan juga perlu totalitas. Hehe. 

2 Hari sudah berlalu. Siap gak siap, aku harus menghadapinya dengan senyuman.haha. Tanggal 4 Juni 2012, Aku kembali naik mobil bareng kawan sekelasku, tapi tanpa Ika karena dia jadwalnya agak siang, sedangkan kami jadwalnya jam 8 harus udah sampe BPS. Setelah sampai di sana, kami disuruh mengumpulkan berkas seperti KTPUM, identitas diri(KTP/SIM), SKHU sementara, nilai rapor kelas XII semester 1. Setelah itu, aku disuruh mengisi lembaran yang berisi beberapa pertanyaan lupa aku apa aja. Setelah itu, naik dah ke lantai 2 gedung BPS untuk menunggu jadwal wawancaranya.

Setelah jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, aku disuruh dah masuk ruangan sama 2 orang penguji. Jantungku pun mulai berdetak lebih kencang. Aku dipersilahkan duduk. Aku pun berkenalan dengan pengujinya, yang pria namanya pak agus, yang wanita aku lupa namanya siapa. :-D. Kayaknya aku agak apes nih dapat penguji yang udah senior(tua) dan tampangnya serius semua. haduhduuh. --". Tapi gak papa lah, mencoba rileks aja menghadapinya. Kalau badan dan pikiran rileks insya Allah menjawab pun bisa lancar dan meyakinkan. Yeaaahhh.

Singkat cerita, aku ditanya tentang beberapa hal oleh penguji. Kurang lebih garis besar pertanyaannya seperti di bawah ini :
1. Apa motivasi anda ingin kuliah di STIS?
2. Dari mana anda tahu info tentang STIS?
3. Apa yang anda ketahui tentang STIS?
4. Apakah anda bersedia untuk menerima segala konsekuensi dari peraturan yang ada di STIS?
5. Apakah anda bersedia ditempatkan di luar Jawa? berikan alasan!
6. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang Pancasila?
7. Berikan contoh pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!
8. Berikan contoh penerapan perundang-undangan yang anda ketahui!
9. Bagaimana anda menyikapi perbedaan dalam agama, pola pikir, dan suku bangsa?
10. Apakah organisasi yang pernah anda ikuti? dan apa pengalaman anda di organisasi tersebut?
Dan masih ada beberapa pertanyaan lagi lah yang diajukan tapi aku agak lupa. haha.

Setelah hampir 1 jam aku diwawancarai, akhirnya aku diijinkan untuk meninggalkan ruangan dan boleh pulang deh ke rumah. Tinggal menunggu pengumuman sajalah. Berharap sebuah keajaiban dan keberuntungan mendatangiku. Dan Alhamdulillah, ternyata keberuntungan masih menyertaiku. Tanggal 15 Juni 2012, pagi-pagi aku buka pengumuman di website STIS, dan ternyata nomor pesertaku tercantum sebagai peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. Yess!! Tinggal Tes Kesehatan, semoga Engkau memberikan keberuntungan lagi Ya Allah! :)
Walaupun aku juga harus bersedih karena ada beberapa temanku yang gak lolos, termasuk Mahestu dan Noor. :(. Tapi ya disyukuri aja lah, semoga ini memang yang terbaik yang Allah beri. Alhamdulillah masih ada 10 orang dari SMA N 1 Klaten yang masih bertahan.

----*Lanjut ke part 5*----

Jumat, 20 Juli 2012

Alhamdulillah, Aku Diterima di STIS Part 3 - Psikotes

PENDAHULUAN
Kalo menurutku nih, Tahap 2 ini merupakan tahap yang paling horor dan penuh misteri. Loe tau kenapa?? karena aku bener-bener kagak tau seperti apa soal-soal psikotes yang dikeluarkan di tes itu karena emang soalnya dirahasiakan dan gak boleh dibawa pulang. Aku cari di internet pun juga gak bakalan ada. Wawancara pun juga begitu, aku bener-bener kurang tau pertanyaan apa yang akan dikeluarkan dan harus jawab apa supaya bisa lolos. Untungnya ada kakak kelas yang ngasih sedikit bocoran, tapi cuma garis besarnya doank. Jalani dulu lah, take it easy okay! haha. Demi STIS, akan aku lakukan apapun hal yang aku bisa. #Semangat45.

PSIKOTES
Ujian tahap 2 pertama, yaitu psikotes dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2012 berlokasi di Auditorium Abdul Kahar Muzakir, UII, Yogyakarta. Aku berangkat naik mobil temanku, Mahestu bersama dengan Arifah Ika dan Noor. Lagi-lagi, kami harus dikejar waktu karena tes dimulai pukul 07.30 WIB. Alhamdulillah kami tiba di sana sekitar jam 7. Masih ada waktu buat refreshkan pikiran. Hehe.

Langsung saja ke psikotesnya ya Sob. Kalau untuk Psikotes seinget saya nih ya, disini terdiri dari beberapa Subtes. Subtes 1, adalah subtes dimana kita harus memilih sepotong gambar yang hilang dari sebuah gambar sehingga gambar itu kembali utuh lagi(Ribet amat penjelasannya), ada delapan pilihan untuk menjawabnya dan jumlah soal seinget saya ada 30 soal. Lalu lanjut ke Subtes 2, disini kita akan dihadapkan pada soal aritmatika atau hitung-menghitung. Modelnya sama kayak soal aritmatika pada TPA. Jumlahnya ada 25 soal. Subtes 3 itu tentang logika dan penalaran, kayak pelajaran b.indonesia gitu deh. Ada premis-premisnya trus kita disuruh menyimpulkan. Jumlah soal aku lupa, kalo gak salah 20 soal.  Subtes 4 adalah tentang ketelitian. Di subtes ini, tiap nomor ada 2 gambar atau tulisan yang hampir-hampir mirip. Truz kita disuruh menjawab apakah kedua tulisan/gambar itu sama atau tidak. Jadi pilihan jawabannya hanya ada 2. Jumlah soal 40. Jadi harus bener-bener cepet mengerjakannya karena waktunya limit. Subtes 5 aku kurang tau namanya apa. Yang jelas ada 250 soal, tiap nomor ada 2 pernyataan dan kita harus memilih salah satu dan tidak boleh dikosongi. Menurutku tes ini untuk mengetahui kepribadian kita dengan jawaban yang kita pilih itu. Pada tes ini gak ada jawaban yang benar atau salah. Pokoknya dijawab sesuai dengan hati nurani aja lah mana yang paling cocok.  

Lalu di subtes selanjutnya ada wartegg tes. Wartegg tes ini bisa dibilang tes meneruskan gambar. Jadi di tes ini kita diberikan 8 kotak yang di dalamnya hanya berisi titik, garis, kotak, dll. Kita harus menyelesaikan gambar yang ada di dalam 8 kotak itu sehingga menjadi gambar yang utuh serta ada di dalam kehidupan nyata gitu deh. Truz, subtes yang terakhir adalah Drawing a man. Dilihat dari judulnya aja udah ketahuan, kita harus menggambar orang. Menggambar orangnya disini bukan hanya bagian kepala aja lho, tapi seluruh bagian tubuh harus digambar sedetail-detailnya. Terserah mau gambar orangnya kayak gimana, tapi sebaiknya harus disesuaikan dengan jenis kelamin orang yang menggambar dan orang itu harus melakukan kegiatan apa gitu, dan alangkah lebih baiknya kalau berhubungan dengan STIS. 

Setauku, psikotesnya ya seperti itulah. Mohon maaf kalau ada kekurangannya atau urutan subtesnya agak kocar-kacir. Soalnya waktu aku nulis ini juga agak lupa dulu aku ikut tesnya gimana. Hehehe.

----*Lanjut ke part 4*----

Rabu, 18 Juli 2012

Alhamdulillah, Aku Diterima di STIS Part 2 - Tes Akademik

Lanjut nih di part yang kedua. hahaha. Emmm. Sampai mana ya kemarin. Ow ya, sampe persiapan menuju tes tahap 1.

H-1, aku membuat janji dengan teman saya, Tri Setyo Nugroho agar besok kita bisa berangkat bareng-bareng ke UMY, tempat ujian tahap 1 STIS. Pas hari ini, aku bener-bener udah gak pegang buku pelajaran, itung-itung buat refreshing lah. Daripada belajar sungguh-sungguh, besok malah otaknya udah overload, bahaya kan.  Malah bisa buntet di tengah jalan tuh otak.

12 Mei  2012, hari yang aku tunggu-tunggu nih sob. Habis Subuhan, aku langsung menuju ke rumahnya mas Tri di Karanganom, Klaten. Pukul 05.45, aku sampai di rumahnya. Bersama Anggit Ekawati juga, kami langsung tancap gas menuju ke kampus UMY yang jaraknya cukup jauh juga. +- 45 menit perjalanannya. -,-. Ketika di jalan, aku lihat banyak juga yang naik motor sambil bawa Tas, trus sepatunan searah denganku. Batinku, wah ini nih saingan gue(sok tau :D).

Yaph, pukul 7 kurang dikiiit, akhirnya sampai juga nih di kampus UMY. Tapi pemandangan di sini menakjubkan sekali. banyak sekali motor yang diparkirkan dan lebih banyak lagi nih para manusia. ini sebenere mau tes atau pada nonton pameran ya kok sama ramenya. wkwkwk

Setelah memarkirkan motor, aku dan temanku masuk dah ke Gedung Sportorium UMY. Satu masalah yang aku hadapi, aku belum tahu dimana tempat dudukku. Jadi ya harus nyari-nyari bentar deh. Dan akhirnya jreng jreeengggg. ketemu juga deh. :D . Tapi ya itu, cuma kursi aja tanpa meja. Di atas kursi itu udah disediakan beberapa amplop(kirain isinya uang, ternyata cuma promosi jurusan) dan gelas air mineral tanpa snack. wah wahh. 

Pukul 07.30 tepat, seluruh peserta tes mulai mengerjakan soal. Untuk nilai jawaban tiap soal, nilai 4 untuk jawaban yang benar, 0 untuk yang tidak ada jawaban, dan -1 untuk yang salah menjawab. Soal pertama yang kuhadapi adalah Matematika, berjumlah 60 soal dikerjakan dalam waktu 90 menit. Mantap dah pokoknya. Untuk tingkat kesulitan soal, ada yang seperti TPA, ada yang setingkat dengan UN, dan ada pula yang tingkatnya sesulit SNMPTN. Pokoknya kalau mau mengerjakan soal harus pandai-pandai memilih soal yang mudah dulu, setelah selesai baru mengerjakan soal yang lebih sulit. Jangan kebalik lho Sob, mentang-mentang pinter ngerjain yang susah dulu, bisa keriting otak lu. :D . Memang menurut kemampuanku gak mungkin bisa selesai tuh semua soal, tapi ya aku kerjakan semampuku. 90 menit berlalu, ternyata aku hanya bisa mengerjakan 21 soal. Karena ada nilai minus jadi ya aku gak berani ngawur kebanyakan. hahaha.

Lanjut nih, setelah soal matematika, giliran soal bahasa inggris yang dibuka. Jumlah soal sama, 60 soal. Tapi dikerjakan dalam waktu 60 menit. Waw. Untung aja Soalnya kebanyakan grammar dan vocabulary, jadi ngerjainnya lebih cepet. Kalau yang sesi bahasa inggris ini, aku berani menjawab semua soal walau ada yang spekulasi, tapi gak sekedar asal ngawur lho sob. Dan ternyata strategi ini cukup jitu. :D. Ow ya, untuk yang bahasa inggris ini dibagi lagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama Structure(1-40) atau bisa dibilang soal grammar, lalu sesi kedua adalah Vocabulary(41-50), dan sesi ketiga Reading Comprehension(51-60).

Soal bahasa inggris sudah selesai dikerjakan, kini tinggal hadapi bagian terakhir, soal pengetahuan umum. Soalnya berjumlah 60 dan dikerjakan dalam waktu 45 menit. Soal yang dikeluarkan dalam pengetahuan umum ini kebanyakan adalah soal PKN, disusul dengan soal TIK, lalu sedikit menyinggung materi ekonomi yang didapat pada klaz X kalo gak salah. Soal-soal ini pun aku jawab semua, Sob. Dan banyak juga yang aku awur atau asal-asalan jawabnya(jangan ditiru).

195 menit sudah aku lalui. Yah, tinggal pasrah aja deh, tawakal kepada Allah, semoga aku termasuk orang-orang yang beruntung lolos ke tahap 2. Eh, ternyata do'a ku memang dikabulkan. Pada hari Jum'at, tanggal 25 Mei 2012 aku melihat pengumuman di website www.stis.ac.id. Setelah mendownload file PDF nya, pengumuman ini hanya memuat kumpulan no. peserta atau no. KTPUM saja. Alhamdulillah, nomor 341856 tercantum di sana. Aku benar-benar bersyukur karena menurutku ini benar-benar sebuah keberuntungan bagiku bisa masuk ke 2046 besar untuk bersaing lagi di Tes STIS tahap 2, yaitu Psikotes dan Wawancara. TETAP SEMANGAT!!!

----*Lanjut ke part 3*----

Rabu, 11 Juli 2012

Harus Memilih Satu Diantara Dua Pilihan

Bismillah, syukur alhamdulillah aku bisa menulis di blog ini lagi. Tapi dari judulnya aja nih di atas, rasanya aku menulis ini dengan rasa galau. :D :D :(

Agak berat memang materi tulisan yang kuangkat di blog ini. Tapi ya mau gimana lagi, aku hanya ingin menulis apa yang kiranya ingin aku tulis, hloh.

Aku adalah orang yang termasuk ke dalam golongan orang BERUNTUNG. Di lain pihak, ada orang lain yang mungkin masih bingung mau kuliah di mana karena belum diterima, sedangkan aku sudah diterima di 2 sekolah yang menurutku favorit ini. STIS dan UGM - Teknologi Informasi. Yah, 2 Perguruan Tinggi yang sangat diidam-idamkan oleh banyak siswa di seluruh penjuru Indonesia. Kalau boleh kalian tau wahai para pembaca, aku tuh pengen kuliah di dua PT itu. Tapi ya berhubung aku ga' bisa menguasai jurus Kagebunsin nya Naruto wkwkwk, yah dengan terpaksa eh dengan ikhlas aja dink, aku harus memilih salah satu. :D

Aku harus benar-benar berpikir secara dingin dan matang-matang untuk mengambil keputusan ini. Jangan sampai ada kata menyesal di hari kemudian. Kalau boleh dianalogikan, memilih Perguruan tinggi itu seperti Memilih istri, sangat menentukan buat masa depan di dunia dan akhirat. Aku gak boleh gegabah, karena ini soal "Mau Dibawa Kemana Masa Depanku". kayak judul lagu tuh. hahaha.

Untuk memilih sekolah, aku harus shalat istikharah untuk meminta petunjuk Allah kemanakah sebaiknya aku melangkah. Selain itu, aku juga sempat berunding dengan orang tua dan kakak laki-lakiku untuk mendapatkan saran dan tentunya restu dari orang tua. Intinya aku harus dapat restu itu, tanpanya aku takut kalau aku jadi anak yang membangkang orang tua. Selain itu juga, aku minta saran dari teman-teman baikku. Tak lupa pula, aku bertanya pada diriku sendiri mana sih yang lebih cocok buatku untuk kedepannya. :)

Di sini, aku akan coba share apa sih kelebihan dan kekurangan jika diriku di STIS atau UGM:

1. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) 
KELEBIHAN :    
Kuliah gratis, dapat uang saku selama pendidikan, setelah lulus pasti bekerja di BPS dan menjadi PNS, hidup lebih teratur, lingkungan sekolah insya Allah lebih kondusif, memilliki teman” yg insya Allah berakhlak baik & hebat, bisa benar” lebih belajar mandiri, aku memang suka hitung-menghitung, aku juga suka Matematika dan bahasa Inggris. Orang tuaku juga lebih merestuiku untuk sekolah di STIS.
 
KEKURANGAN :
Sekolahnya jauh dari tempat tinggal (Jakarta), aku belum terlalu terlatih kemandiriannya karena aku anak bungsu, Sekolahnya banyak aturan, kalau nilai jelek bisa kena DO, ada ganti rugi yang besar kalau tidak menyelesaikan pendidikan ataupun tidak bekerja di BPS karena sudah terikat perjanjian, kalau bekerja gajinya tidak seberapa, harus mau ditempatkan di Luar jawa.

2. Teknologi Informasi UGM
 
KELEBIHAN :
Kuliahnya dekat, merupakan ptn favorit, aku memang minat di bidang IPTEK dan ingin mengembangkan kemampuanku di bidang itu, bisa jadi pengusaha dan membuka lapangan pekerjaan, bisa jadi milyarder, bisa hanya bekerja di rumah saja, banyak sekali peluang untuk bekerja, tidak banyak aturan dalam perkuliahan(lebih bebas daripada STIS).

KEKURANGAN :
Registrasi awal mahal (sekitar 22 juta), kuliah pun masih bayar, kasihan dengan orang tua yang harus mengeluarkan biaya banyak, jadwal kuliah lebih padat daripada STIS, lingkungan kuliah kurang kondusif(karena aturan lebih bebas), kalau lulus belum tentu dapat kerjaan, harus bisa menjadi yang “istimewa” jika ingin dapat hidup layak dan mengalahkan pesaing lainnya selama mencari pekerjaan atau berwirausaha, aku menyadari bahwa aku kurang kreatif dan inovatif sehingga takut kalau aku kalah bersaing dengan mahasiswa lain, jurusan yang saya pilih banyak sekali lulusannya sehingga persaingan di dalam dunia kerja sangat ketat.

Dari segala kekurangan dan kelebihan yang aku paparkan di atas, lalu berdasarkan pertimbangan dan restu ortu, dan aku juga sudah mendapatkan petunjuk dari-Nya, akhirnya aku sudah mantap memilih mau di bawa kemana masa depan saya. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), itulah yang aku pilih.
Semoga pilihanku ini memang dan harus pilihan yang terbaik. :)