Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Dahsyatnya Sebungkus Nasi



Seorang anak kecil yang dekil dan kurus, berumur 10 tahun nampak duduk lemas, bersandar di pojok dek kapal. Beberapa meter di sebelahnya, sang ibu juga bersandar dan kelihatan keletihan dan lemas. Mereka sedang dalam perjalanan mengungsi dari Jawa ke Sumatra, karena kebengisan penjajah Jepang saat itu yang merebut tanah Jawa. Lalu si bocah kecil itu melihat ke sekelilingnya. Matanya tertuju pada seorang lelaki tua yang duduk tidak jauh dari mereka.
Si kakek tiba-tiba mengeluarkan sebungkus nasi dari tas kumalnya. Segera ia melihat si kakek itu membuka nasi bungkus dan sayur ala kadarnya. Mata bocah kecil itu terus mengamati si kakek itu. Pemandangan di depan matanya membuatnya semakin lapar saja. Kakek tersebut sadar, ia sedang menjadi pusat perhatian si bocah itu.
Si kakek tiba-tiba melambaikan tangannya, lalu berkata, “kemarilah nak! Ayo makan bersama saya”. Si bocah kecil tadi tetap diam, tapi raut wajahnya menandakan dia sebenarnya ingin sekali memakan nasi bungkus yang dipegang kakek tersebut. Kakek tersebut kembali mengulang melambaikan tagannya, namun bocah kecil itu tetap tak bergeming.

Masih Ada Garuda-Garuda Kecil yang Peduli Denganmu



Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 buah. Memiliki 1.340 suku bangsa, 546 bahasa daerah, bermacam-macam budaya & adat istiadat yang melimpah ruah, dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga dengan sumber daya alamnya, begitu beragam dan melimpah, membuat semakin kaya dan eloknya negeri ini. Bahkan ada orang yang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Menurutku, ini memang betul adanya, terlepas dari berbagai permasalahan dan kekacauan yang melanda bumi Indonesia kini. 
Aku sangat mencintaimu, sebagaimana seorang ibu mencintai seorang anaknya dengan tulus ikhlas. Aku menyayangi dan mengasihimu, sebagaimana secuil rahman dan rahim yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Aku rela berkorban demi engkau, sebagaimana Sang Garuda yang rela berkorban untuk menyelamatkan ibunya, Winata dari penderitaan akibat saudara ibunya, Kadru dalam cerita mahabarata. 
 
Aku memang lahir dari rahim ibu kandungku. Namun aku sudah menganggapmu seperti ibuku sendiri, karena engkaulah ibu pertiwiku. Jiwaku ini, terlahir sebagai Sang garuda kecil yang akan terus memperjuangkan harkat dan martabat bangsa dan negaraku -Indonesia- di mata dunia. Meski habis seluruh darah dan peluhku, aku akan terus berjuang sekuat tenaga demi kemajuan bangsa ini. Aku akan tetap peduli denganmu, meski sering kulihat betapa nista dan munafiknya orang-orang yang berusaha menghancurkanmu karena keegoisan mereka, ketamakan akan nikmat keduniawian yang telah membutakan mata hati mereka. 

Minggu, 30 September 2012

Mimpi Naruto Tentang Kedamaian

Halo sobat, apakah di sini ada yang suka anime?? atau ada yang suka sama anime Naruto??
Aku sebagai penulis cukup menyukai Naruto ini, walau tidak fanatik dan tidak terlalu mengikuti perkembangannya gimana sih. Hehehe. Lagian aku liat Naruto itu dari Filmnya, bukan dari komik. Soalnya kalo komik, males bacanya. -_-

Yaph, di postingan kali ini, aku akan sedikit share tentang "Film Naruto chapter 275". Di sini, ada dialog yang menarik antara Nagato, salah satu anggota dari Akatsuki, dengan Naruto. Kayaknya sih, ngena banget gitu buat dijadikan pelajaran manusia di dunia nyata ini. Berikut akan saya cuplik dialog yang terjadi.

Nagato : "Tidak ada yang namanya kedamaian sejati, selama kita hidup di dunia yang terkutuk ini. Perdamaian itu tidak mungkin."

Naruto : "Nantinya aku akan mematahkan kutukan itu. Jika ada yang namanya perdamaian. Aku akan meraihnya!! Aku tidak akan pernah menyerah. Terlepas dari seberapa besar rasa sakit. Saya akan terus berjalan. Karena itulah Naruto!!!"(jawab naruto dengan nada yang tegas dan bersemangat)

Nagato : "Perang menimbulkan kematian, cedera, dan rasa sakit bagi kedua belah pihak. Kau dapat mencoba untuk menemukan makna dari kematian. Tapi yang ada hanya rasa sakit. Sebuah kebencian yang tak tertahankan. Kematian yang tidak masuk akal. Kebencian abadi dan rasa sakit yang tidak pernah sembuh. Itulah perang. Naruto. Semuanya terserah padamu. Tugasku berakhir di sini, Naruto. Saya percaya kamu bisa membawa kedamaian sejati."

Kalo kita menyimak perkataan Nagato, emang ada benarnya juga. Di dunia ini, tidak ada yang namanya kedamaian sejati. Selalu aja ada perang, setelah Perang Dunia II sekalipun. Saya jadi heran, apakah fitrah manusia itu, selalu ingin mencari lawan tandingan, musuh, hingga mengadu dengan cara peperangan?? atau karena sifat manusia yang serakah, ingin menjadi penguasa walau harus mengorbankan orang lain? atau ada konspirasi di balik peperangan itu? entahlah. Yang jelas, pasti ada alasan kuat mengapa mereka itu saling bertumpah darah di medan peperangan.

Kita seharusnya menancapkan tekad di dalam dada kita, akan impian Naruto tentang kedamaian. Terus berjuang untuk Pro Kedamaian, saling tolong menolong, karena itulah sesungguhnya fitrah suci manusia. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna, banyak kekurangan, dan butuh pertolongan orang lain untuk menutupi kekurangannya. Toh kita di dunia ini adalah saudara, keturunan Nabi Adam, so apakah kita itu tega melukai dan memusuhi saudara kita sendiri?? seharusnya tidak. Maka jangan sampai kita terjebak oleh nafsu dan syaitan yang selalu menggoda manusia agar saling bermusuhan.

Dunia ini rasanya akan lebih indah jika semua manusia berdamai, saling menghargai satu sama lain, bersama-sama membangun dan memelihara dunia ini yang dititipkan untuk kita. Kalau kita terus berusaha, insya Allah kedamaian itu akan tercipta kok. ^_^

"MARI BERDAMAI WAHAI MANUSIA SEKALIAN"


Kamis, 20 September 2012

Kedamaian



Setiap orang pasti menginginkan hidupnya di dunia ini bahagia, sejahtera, tidak sengsara. Kebanyakan juga ingin punya harta yang banyak, jabatan yang tinggi, punya cewek atau istri yang cantik. Ya kan ya kan??#aku juga iya kok sob, :’D#. Tapi, kok ada ya orang yang sudah memiliki semua yang kusebutkan tadi,  nyatanya dia merasa hidupnya tidak bahagia, masih merasa kekurangan, merasa hidupnya berantakan, bahkan kalau udah dalam stadium parah, dia nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Pasti ada yang janggal nih. Ada sesuatu nilai kehidupan yang belum dimilikinya dan dipegangnya sebagai prinsip.
Apa sih prinsip atau nilai kehidupan itu???? Salah satunya adalah kedamaian. Yaph, kalau hati kita, pikiran kita merasa damai dan ingin terus mempertahankan kedamaian ini sebagai suatu prinsip hidup, tentunya masalah sesulit apapun bisa kita atasi. Kalaupun belum bisa diatasi, paling enggak kita gak jatuh stress tingkat dewa/Galau tingkat dewa, ceileeeeh. Kita masih tetap terus berusaha mencari cara memecahkan masalah itu, gak langsung menyerah. Karena dengan hati yang damai, pikiran dan hati kita akan menjadi jernih, bisa sinkron. Ya gak sih?? Yang aku rasain sih gitu, walau aku juga masih belajar untuk tetap mempertahankan kedamaian ini di dalam diriku. Damai kan juga ada musuhnya, yaitu rasa benci dan dengki, takabur. Ini bener-bener harus hilang dari hati kita untuk mendapatkan suatu kedamaian sejati sobb.
Setiap manusia yang hidup di dunia, pasti memiliki sebuah problem, baik kecil atau besar. Walau di saat kita kaya, terkenal, merasa seperti raja, ada saja masalah yang menghadang. Masalah ini, terkadang membuat kita merasa segala nikmat yang diberi oleh Allah jadi terlihat hancur lebur. Gak ada gunanya deh kekayaan yang dimiliki. Ya akhirnya hidupnya tidak bahagia. Ini kalau kita tidak memelihara kedamaian di dalam diri, terutama hati kita.
Malahan nih, orang yang rasanya terlihat serba kekurangan, tetap tegar menjalani hidup ini, tetap mencoba tersenyum, menganggap enteng beban hidup ini. Yaa, seperti pengamen yang selalu setia menemani para penumpang bis dengan lantunan lagu” setiap hari, tukang becak yang setia menunggu penumpang walau kadang sehari juga gak dapet-dapet, Tukang loper koran yang bekerja dari pagi hingga siang bahkan malam. Kalau dilihat dari uang yang mereka punya sih,kayaknya gak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi Allah berkehendak lain, mereka tetep aja masih bertahan hidup, bahkan menjadikan pekerjaan itu adalah perkerjaannya seumur hidup. Bisa dibayangin gak tuh, betapa damainya dan ikhlasnya mereka dalam menjalani profesi itu.
Seperti sekarang ini, aku sedang diberi cobaan sakit, tentunya aku butuh sekali suatu kedamaian di dalam hati ini, agar aku tidak drop, mentalku tidak jatuh, jiwaku tetap tenang di saat yang kurang bersahabat seperti ini. Intinya ikhlas ajalah jalani semua ini. Aku yakin, sakit ini adalah suatu nikmat dari Allah, karena Dia sayang sama aku. Dia tahu yang terbaik untukku. Jadi ngapain aku galau atau nglangut terhadap kondisiku saat ini. Kalaupun aku gak bisa sekolah tahun ini, toh masih ada tahun depan. Asal Allah masih memberi kesempatan, aku akan tetap mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpiku. Walau terlihat mustahil, yang penting ikhtiar terlebih dahulu. Dengan jiwa yang damai tentunya. Hati yang ikhlas menerima segala ketetapan Sang Maha Penguasa.
Untuk itulah, ayo kawan, mari kita bersama-sama menjaga kedamaian di dalam hati kita ini. Jangan sampai pudar bahkan menghilang, walau badai permasalahan terus menimpa kita. :’). Truz nih ya, bagi yang udah kaya, punya status sosial tinggi, pendidikan tinggi, sehat lagi badan dan pikirannya, jangan sampai menyerah hanya karena suatu masalah yang belum bisa dipecahkan. Jangan sampai ada niatan bunuh diri, karena hidup ini sangatlah berharga, bahkan tak ternilai harganya. Sudah menjadi tugas kita sebagai manusia untuk berikhtiar, lalu bertawakal kepada Allah atas segala yang kita usahakan. 

$MARI KITA GALAKKAN PRO KEDAMAIAN$



Rabu, 19 September 2012

Take and Give ataukah Give and Receive ?


Kalau saya bertanya kepada Anda, dari dua istilah ini, manakah yang lebih populer atau lebih sering Anda dengar untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara diri kita dengan orang lain : ‘take and give’ ataukah ‘give and receive’  ? Hampir bisa dipastikan jawabannya adalah take and give, yang berarti mengambil dulu kemudian memberi. Itu namanya ‘salah kaprah’. Padahal, pola pikir yang benar atau sikap yang seharusnya adalah ‘to give and receive’ yang berarti bahwa kita harus memberi dulu baru kemudian menerima.

Lho, koq bisa begitu ? Ya, itulah hukum alam, hukum Tuhan atau sunnatullah. Anda harus menanam terlebih dulu baru bisa menuai (sowing and reaping). Sia-sia apabila kita mengharapkan kentang sementara kita menanam biji tomat, karena itu bertentangan dengan hukum alam yang sudah berlaku dari dulu, sekarang dan di masa yang akan datang.

Begitu juga dalam kehidupan kita. Kita harus menanam benih kebaikan terlebih dahulu untuk menuai kesuksesan hidup. Kita harus memberi dulu untuk mendapatkan penghargaan. Kita harus berbuat baik dulu agar masuk sorga. Makna memberi sangat luas, bukan hanya memberikan uang, tetapi bisa juga memberi perhatian, memberi senyuman, memberikan pertolongan, menyemangati, melayani, berkorban dan sebagainya. Contoh yang sangat simple, ketika Anda bertemu muka dengan orang lain, cobalah Anda tersenyum (kalau tidak bisa tersenyum manis, minimal tersenyum kecut juga nggak apa-apa). Apa yang akan Anda dapatkan ? Sudah pasti, senyuman balasan. Senyum dibalas senyum. Tidak mungkin ketika Anda tersenyum, orang dihadapan Anda membalasnya dengan ‘mulut monyong’, kecuali lawan bicara Anda lagi punya banyak masalah (banyak utang misalnya) atau sedang tidak waras.

Sebaliknya juga demikian. Ketika Anda besikap ‘cuek bebek’ alias ‘masa bodo’ maka lawan bicara Anda akan berusaha ‘menjaga jarak’ dengan Anda. Artinya, kita akan mendapatkan  perlakuan yang sama dengan apa yang kita perbuat untuk orang lain. Bagi Anda karyawan, resep inilah kunci untuk mendapatkan promosi  (tentu saja kalau ada peluang atau ada posisi yang ‘vacant’ untuk diisi). Berikan yang terbaik yang Anda miliki untuk pekerjaan Anda atau untuk perusahaan tempat Anda bekerja, maka Anda akan menikmati hasilnya. Jika tidak mendapatkan promosi (karena memang belum ada peluang), minimal Anda akan lebih disayang boss atau akan lebih diperhatikan atasan.

Bagi Anda  marketer atau salesman, maka berikan produk yang terbaik, layani customer Anda dengan tulus, buatlah senang (delight) pelanggan Anda. Maka secara otomatis Anda akan menikmati hasilnya, customer akan lebih loyal, penjualan melonjak, profitabilitas perusahaan akan meningkat dan pada akhirnya Anda akan mendapatkan reward yang setimpal dengan ‘harga’ yang telah Anda bayarkan.

 Dalam melakukan proses negosiasi-pun juga sami mawon alias sama saja prinsipnya. Anda sudah kenal dengan istilah ‘win-win solution’ kan ? Ya, win-win solution adalah suatu kondisi dimana Anda dan lawan Anda saling mempertukarkan konsesi sehingga masing-masing pihak merasa puas denga keputusannya. Sebenarnya ‘win-win solution’ doank tidaklah cukup, yang lebih dasyat adalah apabila lawan Anda (orang lain) merasa menang (duluan), baru Anda akan menikmati kemenangan juga (setelahnya). Jadi, jangan ragu untuk memberikan konsesi duluan, buat lawan Anda merasa ‘menang’ duluan, baru kemudian Anda akan merasakan ‘kemenangan’ yang lebih banyak lagi. Artinya, Anda perlu menerapkan prinsip ‘win (orang lain dulu) – win (baru saya) solution’. Orang lain dibuat ‘win’ dulu, maka Anda akan lebih gampang (dan lebih banyak) ‘win’ nantinya.

Prinsip memberi juga berlaku bagi para entrepreneur. Mereka harus menginvestasikan uangnya terlebih dahulu, atau minimal harus menyetor ‘modal’ berupa waktu, tenaga atau ide kalau bukan berbentuk uang. Barulah setelah itu mereka bisa menikmati hasilnya. Adalah merupakan hil yang mustahal (begitu kata Almarhum Asmuni) mengharapkan hasil tanpa investasi atau mengharapkan keuntungan tanpa pengorbanan.

Itulah keajaiban memberi atau melayani. Itulah the power of giving yang berakar dari hukum sebab akibat atau hukum menabur dan menuai. Itulah hukum alam. Ia akan tetap berlaku walaupun Anda tidak mempercayainya, tidak perduli apakah Anda mengetahui atau tidak mengetahuinya, ia tidak pandang bulu, tanpa kenal waktu apakah kemarin, hari ini atau esok pagi. 

Maka banyaklah memberi, banyaklah melayani orang lain, tetaplah memberi dan tetaplah melayani orang lain. Dengan banyak memberi dan melayani, maka Anda akan lebih banyak menerima dan menikmati kesuksesan dan keberuntungan. Wish You Luck ! (SA).

Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH

Inspirational Letter

Nih aku ada artikel bermanfaat Sob, copas dari Fanspage "KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH". Inspiratif. :-)

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja


Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.


Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.


Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.


Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Semoga bermanfaat!! ^_^

Rabu, 08 Agustus 2012

Hidup Berawal Dari Mimpi

Halo Sobat semua. Mmmm.. Kalian tau kagak lagu Hidup Berawal dari Mimpinya Bondan Prakoso & Fade2black?? bagus banget deh liriknya. Inspiratif banget menurutku. Termasuk juga musiknya. Walau terkesan sederhana, acoustic music, tapi justru easy listening inilah yang membuat lirik ini terasa begitu mendalam sampai ke hati bila dihayati. *preeeeet*. Tapi emang bener kok menurutku.:D

Soal liriknya nih, aku akan mencoba mengomentari. Dari judulnya aja dulu. Hidup Berawal dari mimpi? kalo ini makna denotasi, jelas lah kalo hidup itu ya berawal dari Allah meniupkan roh ke dalam jasad kita yang terbuat dari tanah, bukan berawal dari mimpi. Tapi secara konotasi, maksudnya kalau kita ingin benar-benar hidup di kehidupan dunia dengan hati yang hidup pula, maka impian menjadi suatu hal yang wajib kita punya. Dengan impianlah kita menjadi manusia yang tangguh, rela hadapi segala rintangan di dunia ini demi menggapai sebuah mimpi. ya to ya to??

Pernah kan kalian lihat anak-anak kecil yang begitu semangatnya mengungkapkan impiannya di depan orang tuanya, gurunya, atau orang dewasa lain dan teman-temannya. Ingin jadi dokter lah, ingin jadi polisi, pilot, perawat, guru, artis, pemain sepakbola terkenal, bahkan ada yang bermimpi ingin jadi astronot. Wah, sungguh hebat dan mulia sekali ya mimpi-mimpi mereka.Tapi kenapa ya setelah jadi dewasa, hanya sedikit orang yang benar-benar mewujudkan impiannya itu? Ya mungkin setelah beranjak dewasa mereka ataupun kita takut bila mengalami kegagalan sehingga terasa berat dalam melangkah dan jadi gengsi kalau mimpi kita diketahui sama temen, ya karena takut gagal itu tadi tuh. Lalu banyaknya pengaruh negatif di lingkungan sekitar kita ini termasuk dunia maya juga ikut andil dalam menciptakan belenggu pikiran yang membuat kita tidak bisa berpikir merdeka dan kurang bisa mendengar suara hati kita sendiri agar yakin dalam meraih impian kita.

Tapi percayalah Sob, Jika kita percaya bahwa mimpi kita akan terwujud, pasti akan dimudahkan jalannya oleh Yang Maha Kuasa. Ikhlas, yakin, bersyukur dalam menjalani hidup ini, itulah 3 kata kunci yang mengantarkan kita kepada kesuksesan hakiki. Impian yang membuat kita bahagia baik di dunia maupun akhirat. "Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi, gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi". Inilah pesan terkuat yang hendak disampaikan dari lirik lagu ini. Hilangkanlah gengsi diri kita, biarkanlah dunia mengetahui mimpi-mimpi mulia yang kita miliki. Salam Respect! :)

Nih, Ane kasih liriknya Sob, semoga bermanfaat. ^_^


Yo’ kujelang matahari dengan segelas teh panas
Di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini srasa luas
Letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras


Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas
Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas


Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang kurasa
Dalam hati ini ingin kuubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa


Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati


Yo’ yo’ dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Melangkah pasti, pena dan tinta berbicara


Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sebagai bintang hiburan, dan terus melayang
Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah
Cerminan seorang raja dalam crita Cinderella


Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas.. tuntas..
Melakoni jati diri sampe puas


Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati


Akh.. jack.. one two yo’
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
Melangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
Seperti rudal squad, mimpiku kan kudapat


Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yang ingin aku tuju
Naik ke’atas pentas, agar orang puas
Dapat applause, cek atau pun uang kertas


Yo’ cari sensasi ataupun kontroversi
Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
Dari mimpi semua hal dapat terjadi
Maka lebarkan sayap dan terbanglah yang tinggi.
 

ow ya, ada juga Buku Novel berjudul "Hidup Berawal Dari Mimpi" lo sob. Aku pernah baca dan isinya inspiratif banget deh. Sangat direkomendasikan bagi para pemuda yang belum baca buku ini. hehehe.
Ini nih cover bukunya :
Sekian terimakasih.. :)